"Professionals don't do different things, they do things differently"

Bagi sebagian orang, menjadi profesional berarti berpakaian rapi di tempat kerja atau melakukan pekerjaan yang baik. Dan bagi sebagian yang lain, menjadi profesional berarti memiliki gelar tinggi atau sertifikasi lainnya, yang dapat dibingkai dan digantung di dinding kantor. "Profesionalisme" didefinisikan dalam kamus Merriam-Webster sebagai "perilaku, tujuan, atau kualitas yang menjadi ciri atau menandai profesi atau orang yang profesional". Profesionalisme mencakup semua definisi ini, tetapi juga mempunyai arti yang lebih luas. Jadi, apa profesionalisme, dan mengapa itu penting?

"Jika seorang pria dipanggil untuk menjadi penyapu jalan, ia harus menyapu jalan-jalan bahkan seperti Michelangelo melukis, Beethoven menggubah musik, atau Shakespear menulis puisi. Dia harus menyapu jalan dengan sebaik-baiknya sehingga semua penghuni surga dar bumi akan berhenti sejenak untuk mengatakan, di sini ada seorang penyapu jalan yang hebat yang melakukan pekerjaannya dengan baik." Itu adalah kutipan terkenal Dr Martin Luther King, Jr.

Kutipan tersebut membuat kita memahami bahwa bekerja secara profesional bisa dilakukan siapa saja dan di mana saja. Para pedagang sayur di pasar, para sopir taksi, sampai pimpinan tertinggi perusahaan, mereka bekerja secara profesional apabila melaksanakan pekerjaannya dengan sepenuh hati untuk menghasilkan yang terbaik bagi para konsumennya, perusahaannya, maupun bagi orang-orang di sekitarnya.

Pekerja Profesional umumnya memiliki ciri-ciri berikut:

1. Berpengetahuan dan berketerampilan khusus

Mayoritas pekerja yang mendapat predikat profesional mudah kita kenali karena mereka secara mendalam berpengetahuan dan berketerampilan khusus.

2. Komitmen

Mereka yang bekerja secara profesional adalah orang-orang yang dapat diandalkan, dan yang menepati janji-janji yang telah terucap. Jika dalam situasi tertentu sebuah janji diprediksi tak dapat dipenuhi, mereka akan memberitahu terlebih dahulu dan menyepakati tenggat waktu yang baru, serta dapat melakukan berbagai cara terbaik untuk menjadikan situasi membaik.

3. Kejujuran dan integritas

Saat orang lain berkompromi untuk melakukan hal-hal yang tidak etis, mereka tetap berpegang pada prinsip-prinsip kebenaran dan tidak akan mengkompromikan nilai-nilai yang mereka yakini.

Lebih dari itu, seorang profesional memiliki kerendahan hati. Jika suatu proyek atau pekerjaan jatuh di luar lingkup keahlian, mereka tidak takut untuk mengakui hal ini. Mereka segera meminta bantuan ketika mereka membutuhkannya, dan mereka bersedia untuk belajar dari orang lain.

4. Kecerdasan emosional

Seorang karyawan yang melayani pelanggan yang sedang marah, ia tidak akan kecewa atau berbalik marah, tetapi akan menunjukkan profesionalisme yang benar dengan tetap bersikap tenang dan dengan melakukan segala upaya terbaik yang dia bisa untuk membuat situasi membaik. Mereka yang profesional menunjukkan rasa hormat terhadap orang-orang di sekitarnya, tidak peduli apa peran atau situasi mereka. Mereka menunjukkan kecerdasan emosional (Emotional Intelligence/El) yang tinggi dengan mempertimbangkan emosi dan kebutuhan orang lain, dan mereka tidak membiarkan sebuah situasi buruk yang dihadapi berdampak saat mereka berinteraksi dengan rekan kerja atau klien.

Berikut beberapa strategi yang dapat membantu kita menjadi lebih profesional di tempat kerja:

1. Kembangkan keahlian

Jangan biarkan pengetahuan dan keterampilan Anda menjadi usang. Buatlah komitmen untuk terus membangun keahlian dan tetap up-to-date dengan bidang pekerjaan Anda untuk menghasilkan karya yang berkualitas tinggi dan kinerja yang maksimal. Bukti kepiawaian Anda pada titik tertentu menyebabkan Anda dianugerahi predikat "ahli" dari masyarakat. Hanya pribadi yang penuh keuletan, bekerja secara sungguh-sungguh, yang pantas menyandangnya, Anda adalah salah satunya. Asahlah keahlian sedemikian rupa sehingga orang lain sanggup merasakan bahwa kita benar-benar berbeda.

2. Kembangkan kecerdasan emosional

Belajar mendengarkan secara aktif adalah sebuah cara termudah untuk mengembangkan kecerdasan emosional bagi para pemula. Ingat, setiap orang ingin dan senang sekali didengar pendapatnya. Secara sungguh-sungguh, bangunlah hubungan yang baik dengan banyak orang sehingga kecerdasan emosional Anda terbentuk dan pada akhirnya memampukan diri untuk memberikan yang terbaik kepada atasan, klien, maupun rekan kerja. Sejumlah studi ilmiah menyimpulkan bahwa 85% kunci sukses ditentukan oleh kemahiran dalam menjalin hubungan baik dengan orang lain.

3. Milikilah sikap-sikap positif

Tepatilah janji dengan atasan, rekan kerja, atau klien. Jika kita tidak dapat memenuhi janji sesuai dengan yang disepakati, biarkan atasan, rekan kerja, atau klien tahu secepat mungkin dan mengambil langkah yang bijaksana. Jangan membuat alasan sebagai gantinya, tetapi fokuslah untuk memenuhi harapan sebaik mungkin. Mereka yang profesional bertanggung jawab atas kata-kata dan tindakannya, terutama ketika mereka telah melakukan kesalahan. Akuntabilitas pribadi ini terkait erat dengan kejujuran dan integritas, dan itu adalah elemen penting dalam profesionalisme.

4. Berikan penampilan terbaik

Seperti halnya saat melihat kemasan barang yang bagus dan kepiawaian para penjual mempromosikan barang dagangan yang dapat menarik minat kita untuk melihat bahkan membelinya, demikian juga cara kita berpenampilan, berbicara, dan bertindak, secara langsung berdampak pada cara orang lain memandang kita.

"When you look good, you feel good. Confidence with what you're wearing is very important. If you feel good, you will always perform your best without worrying about anything." ~ Maria Sharapova ~

Previous Post Next Post