Sang Pemimpin Kehidupan

Jika kita mendengar kata "pemimpin", sosok atau pribadi siapakah yang muncul di alam pikiran kita? Dalam berbagai kesempatan seminar, pertanyaan tersebut saya ajukan kepada peserta, dan sangat sedikit yang menjawab bahwa sosok yang muncul adalah diri mereka sendiri. Bayangkan seandainya pertanyaan yang sama tersebut diulang-ulang hingga lebih dari 3 kali, namun sosok kita tidak muncul juga dalam alam pikiran, lalu siapakah diri kita?

Sejatinya kita semua dilahirkan sebagai pemimpin, dan bukan pengikut. Ada yang dilahirkan sebagai pemimpin 1.000 orang, pemimpin 100 orang atau pemimpin 10 orang. Namun kebenaran dan realita terbesar dalam kehidupan ini adalah: "Kita semua adalah pemimpin bagi hidup kita sendiri Ke mana arah karier kita, dan bersama siapa kita melangkah adalah keputusan Sang Pemimpin Kehidupan, yaitu diri kita sendiri."

Sejak kita terjaga dari tidur, kita dituntut untuk mengambil keputusan tentang apa yang perlu kita lakukan, bagaimana kita melakukan, dan dengan siapa kita melakukan, serta untuk siapa kita melakukan suatu pekerjaan.

Orang-orang yang sangat terampil memimpin kehidupannya sendiri, dengan mudah akan menjadi pemimpin bagi perjalanan karier mereka. Dan orang-orang yang tidak terampil memimpin dirinya sendiri tidak akan mampu menjadi pemimpin atas perjalanan karier mereka.

Pemimpin karier yang andal dibentuk melalui tiga latihan berikut:

1. Jadilah pemimpin atas kejadian di luar

Dengan penuh semangat Nano bersepeda motor berangkat pagi ke kantor. Saat melaju lurus, tiba tiba bajaj di depannya belok ke kanan secara mendadak. Tabrakan tak terhindarkan. Untung semua penumpang, supir bajaj, dan Nano selamat. Tidak ada kerusakan yang berarti terhadap sepeda motor Nano. Merasa pada pihak yang benar Nano marah sejadi-jadinya kepada pengemudi bajaj. Bukannya minta maaf, pengemudi bajaj yang berbadan kekar dan bertato justru menantang duel. Nano ciut nyalinya, dan memboyong kemarahan itu ke kantor. Saat atasan menyapa dengan ramah, Nano yang masih terbakar emosi menjawab tidak ramah.

Sepanjang hari Nano tertutup awan kemarahan dan tidak dapat bekerja dengan baik. Pulang di rumah, istri belum menyiapkan makan, anak-anak rewel, maka seluruh anggota keluarga mendapatkan bagian kemarahan Nano sesuai porsinya masing masing. Dalam situasi ini Nano belum berhasil menjadi pemimpin atas kehidupannya. 1/3

Nano tanpa sadar merelakan kehidupan indah hari itu dirampas sepenuhnya oleh orang lain. Nano tunduk menjadi pengikut atas "kepemimpinan" orang luar yaitu sang supir bajaj.

Jika kita mengalami kejadian seperti Nano, jadilah pemimpin atas kepemimpinan hatimu, jangan biarkan orang lain merampas sukacita, keindahan, prestasi, karier, dan keharmonisan rumah tanggamu.

2. Jadilah pemimpin atas pendapat orang lain

Secara umum, siapakah tiga pihak yang tanpa sadar paling sering meremehkan kemampuan kita yang sebenarnya? Atasan di kantor, teman-teman, dan anggota keluarga kita.

Saat Indri, staf administrasi penjualan bercita-cita ingin sukses di dalam menggapai karier di kantor, maka banyak sekali orang yang berseloroh. Atasan: "Jangan mimpi jadi orang sukses, mengetik saja salah-salah, benarkan dulu suratnya baru mimpi." Teman: "Ngaca dulu deh, nggak ada model kamu sebagai orang sukses, tulangmu tulang miskin, terima saja nasib." Keluarga: "Sudah jangan banyak mikir yang muluk-muluk, jalani saja yang ada, mungkin sudah takdir."

Beruntung Indri sudah memiliki fondasi pola pikir yang benar, sehingga setiap ada kesempatan bercermin mengatakan kepada dirinya sendiri: "Indri, sudah terlalu banyak orang meremehkan dirimu, jangan kamu tambahkan satu orang lagi. Engkau layak dan berhak sukses! Walau sejuta orang penduduk mengatakan kamu tidak bisa, namun aku berkata kepadamu Indri, kamu bisa."

Mari kita contoh Indri yang telah berhasil menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri. Dia tidak memberi kesempatan bagi pendapat orang lain mencuri semangatnya, ataupun memorak-porandakan karier da kehidupannya. Jadilah pemir atas pendapat orang lain.

3. Jadilah pemimpin atas pagar pembatas

Selly seorang beauty advisor kosmetik, telah memasang pagar pembatas pendidikan bagi dirinya sendiri. Pola pikirnya berputar-putar bahwa seorang lulusan SMA tidak akan pernah mungkin sukses menjadi seorang manajer. Dan pola pikir tersebut tanpa sadar telah menyusutkan semangatnya dalam mencapai cita-cita. Namun beruntung, dalam sebuah pelatihan seorang career coach berhasil menggugah kepercayaan dirinya untuk mencabut pagar pembatas pendidikan SMA dari pemikirannya.

Realita pendidikan SMA tidak lagi menjadi pagar pembatas dalam alam pikirnya. Alhasil karier dan penghasilannya meningkat. Promosi sebagai supervisor, asisten manajer, dan manajer melaju dengan cepat.

Pagar pembatas dapat berwujud sebagai keterbatasan bahasa asing, status perkawinan, keterbatasan dana, waktu, relasi dan lain lain.

Jadilah pemimpin atas pagar pembatas. Jangan biarkan realita keterbatasan menguasai alam pikiran kita, karena apa yang mampu kita ciptakan di dalam alam pikiran, akan tercipta juga dalam alam nyata.

Kesimpulan:
  1. Segala kejadian di luar adalah pengikut kita dan kita adalah Sang Pemimpin Kehidupan.

  2. Sudah terlalu banyak orang yang meremehkan kita, jangan ditambah satu orang lagi. Kita adalah Sang Pemimpin Kehidupan yang menghargai diri kita seutuhnya.

  3. Setiap orang mempunyai pagar pembatasnya masing-masing, namun kita adalah Sang Pemimpin Kehidupan yang tidak pernah membiarkan pagar pembatas menghalangi langkah pencapaian karier.

Bagaimana dengan Anda?

Sudahkah Anda menjadi pemimpin kehidupan di setiap detik kehidupan? Jika sudah, teruskan dan bagikan artikel ini kepada teman-teman. Jika belum, ajarkan ke orang lain, maka Anda akan menjadi Sang Pemenang Kehidupan.

Previous Post Next Post