Melamar kerja di perusahaan lain atau pindah kerja? Boleh-boleh saja. Karena ada yang pindah kerja karena mencari yang dekat rumah. Ada juga karena ikut suami pindah tugas ke kota lain, atau karena berhasil menemukan jenis pekerjaan seperti yang dicita-citakan. Bukan itu saja. Upaya sebagian karyawan untuk mendapatkan gaji yang lebih besar, posisi yang lebih tinggi, ataupun fasilitas yang lebih baik dengan cara pindah perusahaan, juga hal yang boleh dan sah-sah saja dilakukan. Tidak ada yang melarang.
Namun, jika tanpa mempertimbangkan nilai-nilai dan etika bekerja, proses pindah kerja itu dapat mencederai hubungan baik antara pekerja dengan pemilik perusahaan. Pada beberapa kasus bahkan pemilik perusahaan merasa dikhianati oleh karyawannya.
Etiskah seorang karyawan melamar dan pindah kerja ke perusahaan pesaing? Bagaimana menurut Anda, jika segerombolan karyawan secara diam-diam, beramai-ramai melamar dan pindah kerja ke kompetitor. Itukah yang disebut dengan tidak beretika dan tak memiliki tata krama?
Iwan seorang career achiever, sangat menghargai dan menghormati pemilik perusahaan di mana pun dia bekerja. Hubungan baik dengan pemilik perusahaan baginya jauh lebih bernilai untuk dipertahankan daripada jabatan tinggi dan gaji lebih besar yang telah ditawarkan oleh perusahaan pesaing. Meskipun akhirnya Iwan mengundurkan diri dan pindah kerja, dia lebih memilih pindah ke perusahaan yang bisnisnya berbeda dengan perusahaan sebelumnya. Inilah etika kerja yang Iwan bawa sepanjang hidupnya. Berapa kali pun pindah kerja, dia tidak ingin membuat mantan bosnya kecewa dan sakit hati, karena pindah ke kompetitor dengan membawa informasi perusahaan seperti yang dilakukan beberapa temannya.
Setia seorang pemimpin dan peraih prestasi karier yang hebat telah pindah kerja di delapan perusahaan. Namun, dia tetap menjaga prinsipnya untuk tidak menarik atau mencabut karyawan aktif dari perusahaan lamanya. Segala bujuk rayu dan rengekan teman-teman yang ingin bergabung bersama dia konsisten ditolaknya, karena dia tidak ingin pemilik perusahaan dan pemilik perusahaan lamanya sedih, kecewa, dan tersakiti. Setia bersedia memberikan kesempatan temannya untuk bergabung bersama dia, hanya jika temannya tersebut telah pindah ke perusahaan lain terlebih dahulu. Baginya, aktivitas menarik karyawan di perusahaan lamanya untuk keluar adalah tindakan yang tidak baik, melanggar kesetiaan, serta melanggar etika kerja.
Yudas yang ambisius telah berhasil mendapat kepercayaan dari pemilik perusahaan sebagai general manager pada sebuah perusahaan distribusi suku cadang otomotif. Namun, karena ambisinya akan jabatan dan penghasilan. yang berlipat, Yudas tergoda, jatuh, dan tergelincir dalam. pengkhianatan. Setelah bekerja dua tahun di perusahaan tersebut, Yudas yang hebat dan berprestasi tiba-tiba hasil penjualannya jelek lima bulan berturut-turut. Karena prestasi perusahaan yang dipimpinnya jelek, maka hak sebagai distributor dicabut oleh principal atau pemegang merek. Yudas mengundurkan diri bersama 70% anak buahnya. Yudas hilang ditelan bumi, tak jelas keberadaannya. Namun tiga bulan kemudian, ternyata Yudas muncul kembali dalam bisnis yang sama sebagai direktur di perusahaan baru yang mendistribusikan produk pesaing perusahaan lamanya. Beberapa pelanggan dan karyawan yang masih setia dan dari pemilik perusahaan akhirnya mengetahui bahwa Yudas memang telah merencanakan hal tersebut. Pemilik perusahaan sangat kecewa dan tersakiti dengan tindakan pengkhianatan tersebut.
Menurut Anda, siapakah di antara ketiga orang tersebut yang paling ideal untuk hubungan jangka panjang, terutama dalam rangka membangun karier di masa depan?
TIPS: Tetaplah setia bekerja di perusahaan Anda yang sekarang. Bekerjalah secara maksimal. Namun bila karena satu dan lain hal Anda terpaksa harus pindah kerja, ingat dua hal di bawah ini:
Jika Anda bekerja pada perusahaan nasional atau perusahaan keluarga dan Anda kenal dengan pemilik perusahaan, hindari pindah kerja ke kompetitor. Jabatan dan gaji memang penting, namun hubungan dengan bos lama jauh lebih bernilai untuk dipertahankan.
Setelah bekerja di perusahaan yang baru, jangan sekali-kali menarik karyawan perusahaan lama Anda. Lebih baik mencari karyawan dari iklan lowongan kerja.
Bagaimana dengan Anda? Mau jaga hubungan atau mau jadi kompetitor? Hanya kita sendiri yang bisa menentukannya!
"Pindah kerja boleh saja..... jaga hormat dan tanpa khianat."