Investasi pengembangan diri tidak saja pasti kembali, melainkan menembus batas atas penghasilan dan bahkan meruntuhkan tembok penghalang karier kita"

Timotius Oyong. -The Achiever Coach.

Jika kita mendengar kata "investasi" yang langsung muncul di pikiran kita adalah investasi deposito, Investasi ruko, investasi tanah, investasi apartemen, atau investasi usaha lainnya. Pilihan Investasi yang kita ambil sering kali ditentukan dari besarnya persentase tingkat pengembalian yang menyertainya. Tingkat pengembalian deposito berkisar 5-8% per tahun; menyewakan ruko 5-10%; demikian juga berbagai Jenis Investasi lainnya. Namun apa pun jenis investasinya; umumnya tingkat pengembaliannya di bawah 20% setahun.

Adakah jenis investasi yang pasti kembali? Sebagai pekerja kantoran, investasi apa yang seharusnya kita lakukan? Apakah selalu investasi itu kita. lakukan di luar diri kita? Adakah jenis investasi yang tingkat pengembaliannya pasti dan persentase pengembaliannya di atas 20% setahun? Jika ada investasi yang pasti kembali dan persentase tingkat pengembaliannya di atas 20% setahun, bersediakah kita segera melakukan investasi pada bidang tersebut?

Mari kita lihat kisah nyata beberapa rekan yang melakukan investasi bukan di luar dirinya, tetapi justru melakukan investasi ke dalam diri mereka. Simak juga persentase tingkat pengembaliannya.

Wati, seorang beauty advisor kosmetik di tahun 2004 berpenghasilan Rp600.000 sebulan. Menginvestasikan seluruh gaji dan sebagian tabungannya mengikuti training Professional Salesmanship Skill senilai Rp700.000. Berbekal keterampilan menjual yang diperoleh dari training, tiga bulan berikutnya (bulan ke-4), ia diangkat menjadi supervisor dan bergaji Rp800.000 per bulan. Tidak berhenti pada tahap itu saja, motivasi yang kuat, keterampilan komunikasi, dan keuletannya menyebabkan dia mendapatkan promosi pada bulan ketujuh sebagai Beauty Clinic Manager dan berpenghasilan Rp1.600.000/bulan. Tahun itu juga investasi pengembangan diri sebesar Rp700.000 lunas terbayar dengan peningkatan gajinya.

Perhitungan Investasi Wati: Investasi pengembangan diri Rp700,000; hasil yang diperoleh pada tahun tersebut Rp6 juta dihitung dari ((200.000/bulan x 9 bulan) + (800.000/bulan x 6 bulan)). Tingkat pengembalian = 857% (5.200.000/700.000 x 100%).

Catatan: dengan keterampilan komunikasi yang diperolehnya dari training, kini (2014) penghasilan Wati tidak kurang dari Rp20 juta/bulan.

John, seorang kepala cabang di awal tahun 2008 tercerahkan pemikirannya dengan sebuah kalimat: "Presiden Amerika, petinju legendaris, petenis dunia, pebisnis yang sukses dan orang-orang yang sangat sukses mempunyai sebuah kesamaan; yaitu sama-sama mempunyai pelatih." Meyakini kebenaran kalimat tersebut, John mengambil keputusan menyisihkan uangnya sebesar Rp1 juta untuk mengikuti workshop "Career Coaching Session". Keputusan investasi bagi perkembangan diri ini bukanlah hal yang mudah bagi John, sebab penghasilan bersihnya saat itu Rp5 juta/bulan dan jika dihitung dengan kebutuhan hidupnya tidak ada sisa sama sekali di akhir. bulan. Namun, John menyadari bahwa tanpa adanya sebuah cara yang berbeda, penghasilannya tidak akan pernah berubah dan nasibnya begitu-begitu saja. Bulan Januari dan Februari John serius dan tekun belajar dalam setiap sesi pertemuan workshop tersebut. Bulan Maret John di-interview sebuah perusahaan dan berdasarkan ilmu barunya serta nasihat-nasihat pelatihnya, bulan April John mendapat pekerjaan dan jabatan baru dengan penghasilan bersih Rp15 juta/bulan. Batas atas penghasilannya terlampaui dan tembok penghalang karier telah runtuh.

Perhatikan perbedaannya: gaji baru John Rp15 Juta/bulan, sedangkan gaji lama Rp5 juta/bulan; maka perbedaan gajinya sebelum dan sesudah mengikuti workshop adalah Rp10 juta/bulan.

Perhitungan Investasi John: Investasi pengembangan diri Rp1 juta, hasil yang diperoleh pada tahun tersebut Rp90 juta (10 juta/bulan x 9 bulan). Tingkat pengembalian 9.000% (90 juta/1 juta x 100%).

Ani, seorang manajer HRD, di tahun 2013 karena dorongan atasannya termotivasi mengikuti workshop, ujian, dan sertifikasi keahlian profesi di bidang HRD. Ani nekat membuka tabungannya dan menginvestasikan dana. Rp13,5 juta untuk pengembangan dirinya. Ani mengajukan cuti 5 hari untuk mengikuti training dan ujian sertifikasi tersebut. Seminggu setelah ujian selesai, Ani dinyatakan lulus dan berhak untuk menambahkan gelar keahlian di belakang namanya. Dua bulan berikutnya terjadi reorganisasi di departemen HRD. Berbekal keahliannya. yang telah tersertifikasi Ani mendapatkan promosi berupa kenaikan golongan dari golongan manajer ke golongan manajer senior. Alhasil promosi tersebut menyebabkan Ani tidak saja mengalami peningkatan penghasilan sebesar Rp2 juta/bulan, melainkan investasinya dalam mengembangkan diri terbayar sudah.

Perhitungan Investasi Ani: Investasi pengembangan diri Rp13,5 juta, hasil yang diperoleh pada tahun tersebut Rp20 juta (2 juta/bulan x 10 bulan). Tingkat pengembalian = 48% (20 juta/13,5 juta x 100%).

Wati, John, dan Ani berani melakukan investasi untuk pengembangan diri mereka. Meskipun memiliki persentase pengembalian investasi yang berbeda-beda, namun mereka mempunyai pengalaman yang sama, yaitu dalam hal... INVESTASI PASTI KEMBALI!

Kesimpulan:

Anda adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap investasi bagi kemajuan karier Anda sendiri.

Kemajuan karier Anda bukan tanggung jawab atasan, bukan orangtua, apalagi perusahaan. Jadi, bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda melakukan investasi yang pasti kembali? Jika sudah, lanjutkan! Jika belum, lakukanlah sekarang atau karier Anda jalan di tempat!

Previous Post Next Post