Sometimes you can't have the one you want, so you have to love the one you've got.
Tidak suka atau bosan dengan pekerjaan Anda? Jangan khawatir, Anda tidak sendirian. Ada empat kemungkinan Anda tidak suka dengan pekerjaan yang telah Anda miliki saat ini. Pertama; karena pekerjaan tersebut ternyata monoton dan membuat stres. Bayangan awal masuk kerja berbeda dengan kenyataan saat ini. Kedua; pekerjaan tersebut sebenarnya menarik, tetapi tiba-tiba lingkungannya menjadi tidak menyenangkan. Ketiga; karena Anda mempunyai kebiasaan buruk untuk mengumpulkan, mengoleksi, dan membicarakan sisi buruk perusahaan bersama-sama teman sekantor. Keempat; sesuatu di luar sana telah terjadi dan memengaruhi Anda, sehingga pekerjaan yang Anda miliki saat ini terasa tidak menarik dan tidak menyenangkan lagi.
Apakah Anda menemui salah satu alasan tersebut terjadi pada diri Anda? Jika ya, cobalah ciptakan kondisi agar Anda bisa lebih mencintai pekerjaan saat ini. Lantas, bagaimana cara menghilangkan kebosanan dan mulai belajar mencintai pekerjaan yang kita miliki saat ini? Berikut beberapa hal yang bisa Anda jadikan referensi untuk meraih prestasi kerja dengan mencintai apa pun pekerjaan yang Anda tekuni saat ini.
Sebisa mungkin, ciptakan area kerja yang menyenangkan. JIka meja Anda berantakan, mana mungkin Anda bisa kerja dengan nyaman? Singkirkan semua yang bertumpuk di meja, bersihkan, lalu rapihkan. Pasang foto yang paling Anda sukai atau foto tempat yang pernah mampu memberikan Anda gairah bekerja, atau foto tempat tujuan liburan Anda. Biasakan mengubah area kerja Anda minimal dua minggu sekali. Bunga-bunga kecil, dupa harum, hiasan-hiasan, akan membuat meja kerja Anda semarak dan bisa mengurangi tingkat kebosanan dengan rutinitas di meja kerja.
Jika perusahaan tak memiliki ruang makan khusus, makan siang dengan bekal dari rumah boleh-boleh saja dilakukan di meja kerja, namun jangan tiap hari. Kreatif memilih teman dan kreatif berpindah tempat memungkinkan kita melepas energi-energi negatif yang muncul dari persoalan-persoalan pekerjaan. Seminggu dua kali sediakan dana untuk makan di luar dengan teman yang menyenangkan. Kebiasaan memilih menu makan siang secara serampangan adalah kebiasaan yang kurang bagus. Setiap jam makan siang, pastikan bahwa kita banyak bergerak, memperoleh udara luar yang segar, makanan sehat yang lezat dan bersama teman yang menyenangkan. Sinar matahari, angin yang bertiup, pepohonan, hujan rintik-rintik akan menyebabkan panca indera kita relaks melepas ketegangan. Pastikan Anda menyediakan waktu relaks saat makan siang, karena tubuh dan mental Anda membutuhkannya.
Mungkin saja ini tantangan yang terberat bagi Anda, karena sering kali teman-teman sekerja kita justru yang membuat kita tidak betah dan tidak menyukai pekerjaan yang kita miliki saat ini. Jika ada teman-teman yang sering membuat Anda jengkel, cobalah temukan cara yang tepat untuk bergaul dengan mereka. Belajarlah dari buku dan dari teman-teman bagaimana cara bergaul dengan orang-orang yang menurut kita kurang menyenangkan.
JIka Anda mampu mengatur hati atau perasaan, maka berbekal dengan kerendahan hati Anda, dunia akan me-reward Anda dengan kemampuan untuk bersosialisasi pada level yang lebih tinggi. JIka Anda cukup cerdik memanfaatkan situasi yang buruk maka teman-teman yang berperangai kurang baik tidak saja akan menjadi "guru" yang terbaik bagi Anda, bahkan akan meninggikan derajat kemampuan Anda bergaul dengan orang lain. Dengan kata lain, teman yang negatif pun dapat Anda "manfaatkan" menjadi guru yang mengajari Anda banyak hal.
Pilihlah dan milikilah sahabat di luar kantor yang memiliki telinga yang mendengar dan mulut yang mampu menantang kita melihat sisi-sisi positif perusahaan di mana kita saat ini bekerja. Lebih daripada itu, sahabat yang bijak mampu membuat kita sadar bahwa ada banyak hal dari diri kita sendiri yang perlu kita ubah.
Jangan pernah bercerita tentang kekecewaan kita di kantor dengan teman sekantor. Sebagaimana orang yang sedang patah hati akan mencari lagu-lagu patah hati, demikian juga tidak dapat dimungkiri bahwa karyawan yang kecewa dengan perusahaan cenderung senang berteman dengan karyawan lain yang kecewa dengan perusahaan. Namun, perhatikan, bahwa menceritakan kekecewaan kita kepada teman sekantor yang juga kecewa kepada perusahaan selalu hanya membuahkan satu hal; yaitu membuat kita semakin tidak suka dengan pekerjaan yang kita miliki saat ini. Kekecewaan yang diceritakan ke sana kemari dan menjadi "kekecewaan yang tercecer", yang membawa dampak buruk tidak saja untuk diri kita sendiri, namun juga kepada teman-teman lain dan perusahaan.
The only way to do great work, is to love what you do. Steve Jobs
Jadilah bersemangat di tengah-tengah situasi yang menurunkan semangat. Tetaplah kerja keras di lingkungan yang banyak pemalas. Tingkatkan terus kemampun kerja cerdas Anda di antara yang kurang cerdas dan tidak cerdas. Mengapa harus demikian?
Karena sejatinya lebih mudah menjadi orang yang paling bersemangat di tengah-tengah orang yang tidak bersemangat. Coba bayangkan Anda berkumpul dengan 20 orang motivator, mampukah Anda menjadi orang yang paling semangat di antara 20 orang tersebut? Tentu sulit.
Karena kerajinan kita sesungguhnya lebih mudah terlihat di barisan orang-orang malas. Jika semua teman kantor kita rajin, betapa besar upaya kita untuk terlihat menjadi orang yang paling rajin.
Waktu yang tepat terlihat sebagai karyawan paling kerja cerdas adalah saat lingkungan/atau karyawan lain malas mengembangkan diri. Jadi, dengan sedikit kerja cerdas kita akan terlihat paling cerdas.
Ingatlah bahwa baik atau tidak baik waktunya, suka atau tidak suka dengan pekerjaan yang saat ini Anda miliki, Anda harus memastikan bahwa Anda semakin dekat dengan cita-cita. Jika Anda membiarkan kebosanan menggerogoti energi dalam diri, maka Anda membiarkan angin kebosanan itu menjauhkan kapal dari pelabuhan cita-cita. Jika Anda telah melihat bahwa sebuah pelabuhan di luar sana tampak indah namun Anda belum mampu mengarahkan kapal Anda ke sana; tetaplah nikmati perjalanan yang saat ini Anda lewati.
Anyone can like their job. To love your job is not enough, you must give your passion to your job. Zahi Hawass