Dalam setiap perjalanan karier seseorang, selalu ada hambatan dan rintangan yang menghadang jalan. Desember 2013 lalu penolakan dan kegagalan karier yang sama terjadi kepada dua orang rekan, namun reaksi Didik dan Tia berlawanan 180 derajat. Mereka berdua gagal dalam interview pada sebuah perusahaan yang telah satu dekade diidam-idamkan.

Setelah menerima pemberitahuan bahwa dirinya tidak diterima oleh perusahaan yang manajemennya terkenal terbaik di seluruh negeri, Tia jatuh sakit. Tiga hari dia larut dan terpuruk dalam kesedihan. Meski setelah hari ketujuh Tia sembuh secara fisik, namun secara mental dia tertolak. Hatinya terkoyak dan citra dirinya merosot. Kepercayaan dirinya telah goyah dan sejak itu dia memilih untuk mengubur mimpi-mimpinya dan menyesuaikan diri, bahkan menurunkan standar harapannya dengan fakta serta realitas pekerjaan yang ada saat sekarang. Langkah Tia terhenti oleh kegagalan.

Didik mengalami kekecewaan yang sama, namun suasana kesedihan hati hanya diberinya waktu untuk bertahan selama setengah hari saja. Saat matahari terbenam Didik mengambil waktu untuk berpikir, dan dengan sangat tegas dia mengambil keputusan untuk menyudahi rasa kecewanya. Kegagalan interview tersebut tidak membuatnya tertekan, namun justru menginspirasinya bahwa keberhasilan sudah semakin dekat. Dia bertekad untuk mempelajari teknik berbusana yang lebih baik, mengambil kursus untuk mendalami teknik-teknik interview, sehingga bila kesempatan baru datang kembali, dia akan mampu meraih apa yang diimpikannya. Baginya kegagalan tidak saja merupakan sumber inspirasi, namun lebih dari itu kegagalan laksana doping, obat kuat, atau nutrisi yang meningkatkan staminanya. Bagi pemenang, setiap kegagalan adalah sumber inspirasi.

Bagaimana cara melatih keterampilan untuk mengubah setiap kemunduran, penolakan, dan kegagalan menjadi inspirasi, percepatan, dan pelipatgandaan kekuatan mental kita?

1. Percaya bahwa kita dilahirkan untuk hal-hal besar

Jika kita sungguh-sungguh percaya bahwa kita dilahirkan untuk mengerjakan perkara-perkara besar, maka kita tidak akan mudah menjadi pecundang ketika kita melihat kenyataan saat ini ataupun mendengar pendapat negatif orang tentang diri kita. Sebelum orang lain mempercayai kemampuan kita, sebelum orang lain mengakui kehebatan kita, kita harus memulai terlebih dahulu untuk percaya kepada diri sendiri. Ingat bahwa Anda memiliki hak istimewa untuk mencicipi kegagalan, karena bersama dengan kegagalan tersebut telah tersedia pula hak istimewa untuk mempelajari dan menguasai sebuah bidang yang baru. Tidak semua orang pernah mengalami kegagalan tersebut.

2. Belajar dari orang-orang sukses

Berikut adalah beberapa pemenang kehidupan yang mampu mengelola kemunduran, penolakan, dan kegagalan menjadi sumber inspirasi untuk terus maju mengejar mimpi-mimpi mereka hingga menjadi kenyataan.

Setelah dieliminasi dari tim basket SMA-nya, dia pulang ke rumah, mengunci pintu kamar dan menangis. Namun dia menukar kegagalan tersebut dengan berlatih jauh lebih keras dan membuat sejarah, dialah Michael Jordan (6 kali NBA Champion, 5 kali NBA Most Valuable Player, dan 4 kali NBA All Stars).

Dia dipecat dari sebuah perusahaan media karena dinilai kurang punya imajinasi dan tidak mempunyai ide-ide yang orisinal. Dia berhasil mengubah PHK untuk menjadi wirausahawan dan membuktikan kreativitas serta ide-idenya yang brilian, dialah Walt Disney (kreator Mickey Mouse dan peraih 22 Academy Award).

Pada usia 11 tahun dia dikeluarkan dari timnya setelah didiagnosis kurang hormon pertumbuhan sehingga perawakannya akan lebih kecil dari mayoritas teman sebayanya. Dia adalah Lionel Messi (3 kali FIFA World Player of the Year).

Dicopot dari jabatannya sebagai pembaca berita, karena dinilai tidak cocok tampil di televisi. Dialah Oprah Winfrey (Host of a Multi Award Winning Talk Show dan the Most of Influential Woman in the world).

3. Mempraktikkan apa yang telah dipelajari

Mengetahui apa saja yang perlu dilakukan tidaklah cukup. Yang membuat perbedaan adalah bila kita bertindak dan melakukan segala sesuatu yang seharusnya dilakukan. Tanpa praktik, maka belum ada pelajaran yang kita dapatkan. Perubahan hanya dapat dilakukan dengan action atau tindakan. Tanpa tindakan tidak akan ada kemajuan. Practice makes perfect, demikian kata pepatah, untuk menguasai keterampilan tertentu diperlukan implementasi yang berulang-ulang.

4. Menjadi ahli dengan praktik berulang yang jadi kebiasaan

Dalam menghadapi berbagai persoalan di kantor, seorang eksekutif senior telah berhasil menciptakan kebiasaan memanfaatkan berbagai persoalan yang dihadapinya untuk membuat dirinya menjadi lebih ahli dalam problem solving dan decision making. Semua jawaban terhadap kasus, kejadian, atau persoalan diwujudkannya dalam bentuk artikel dan dimuat di majalah manajemen.

Dengan kebiasaan ini, maka dia telah meraih empat keberhasilan, yaitu:

  1. Berhasil memanfaatkan berbagai persoalan untuk peningkatan keahlian dirinya:
  2. Berbagi pengetahuan kepada para achiever,
  3. Menjadi terkenal; dan
  4. Menikmati penghargaan dari media. Pendek kata, sebuah persoalan telah berhasil dimanfaatkannya untuk keuntungan yang berlipat-lipat.

Kesimpulan

Stagnasi karier, kemunduran karier, penolakan, dan kegagalan adalah kepastian pengalaman hidup bagi setiap orang. Berinvestasi dalam hal waktu, uang, dan tenaga untuk meningkatkan keterampilan diri adalah langkah cerdik dan bijaksana dari seorang career achiever atau seorang peraih prestasi karier seperti Anda.

Kekecewaan selalu mengalahkan pecundang dan menginspirasi para pemenang. Anda diciptakan untuk melakukan hal-hal besar. Anda adalah pemenang, yang mampu menemukan inspirasi pada setiap kekecewaan. Jadi mulai sekarang, bertekunlah menemukan inspirasi. Jika Anda benar-benar ingin unggul dan menang dalam persaingan, Anda membutuhkan seorang pelatih karier. Temukanlah!!! Bagaimana dengan Anda?

Kita tidak dapat mengharapkan orang lain memercayai kemampuan kita, sebelum kita mulai memercayai kemampuan diri kita sendiri. (Anonim)

Previous Post Next Post