Karier kita masa depan, bukanlah hari esok. Melainkan hari ini. Apa yang kita lakukan hari ini adalah tindakan penciptaan karier masa depan kita. ~Timotius Oyong
Waktu 24 jam sehari terlalu banyak untuk sebgaian orang, namun tak pernah cukup untuk sebagian orang yang lain. Inilah yang disebut dengan ironi. Adanya "double audience" adalah prasyarat pertama terbentuknya sebuah ironi. Syarat yang kedua adalah terjadinya pemahaman, pemanfaatan, atau tindakan yang bertolak belakang.
IRONI 1: Karyawan kubu D merasa kelebihan waktu dan tidak mengerti apa yang harus dikerjakan. "Kenapa sih atasan instruksinya tidak cukup lengkap. Harusnya ada Job description yang sangat rinci, jadi saya tahu apa saja yang harus saya kerjakan!" Sementara itu, pada bagian lain karyawan kubu A sangat kekurangan waktu bahkan merasa tertekan karena terlalu banyak mengetahui hal-hal yang seharusnya dilakukan namun tidak sanggup direalisasikan karena keterbatasan waktu. "Kenapa waktu begitu cepat berlalu ya? Padahal masih banyak lagi hal yang harus kita kerjakan".
IRONI 2: Terkait dengah sebuah hari raya keagamaan setempat, banyak para pemilik toko menutup atau meliburkan bisnisnya pada hari tersebut. Hari raya keagamaan ini tidak diliburkan secara resmi oleh pemerintah pusat, namun dianggap sangat penting oleh masyarakat daerah.
Kubu besar salesman D menginginkan supaya perusahaan meliburkan seluruh karyawannya, karena untuk apa masuk kerja, toh sebagian besar pemilik toko libur. "Kalau customer libur siapa yang mau dikunjungi? Masa mengunjungi toko-toko yang tutup sambil mebawa kain lap kanebo dan ember untuk membersihkan pintu ruko? Bukankah tugas salesman adalah menawarkan dagangan kepada pemilik toko? Jadi apa dong maksud perusahaan meminta salesman masuk kerja?" demikian ucapan kompak dari kubu D. "Jangan salahkan kami ya kalau kami ngangur-nganguran di kantor", demikian imbuhnya dengan logat daerah yang kental.
Sementara itu, kubu salesman A berucap. "Wah syukur Alhamdulillah, akhirnya kita punya kesempatan yang sangat baik untuk menyelesaikan laporan yang tertunda, membereskan meja kerja serta locker. Lebih dari itu ada waktu juga untuk menganalisis pelanggan kita satu per satu, tren pembelian, jenis barang yang paling sering dibeli, dan juga memeriksa kelancaran pembayaran mereka. Sebenarnya waktu tidak cukup, karena kita masih kekurangan untuk mengasah kembali pengetahuan dan keterampilan kita, namun okelah yang penting kita sudah berusaha sangat masksimal".
IRONI 3: Delapan jam kerja sehari terlalu banyak bagi sekelompok karyawan D, namun 12 jam kerja sehari di kantor masih juga disambung dengan jam kerja tambahan di rumah oleh kelompok A. Ironi b**ukan?
IRONI 4: Sekelompok karyawan D dengan berbagai upaya dan alasan menolak tugas-tugas tertentu, supaya mendapatkan kesempatan menikmati waktu luang atau idle time. Kelompok ini juga memiliki kecenderungan jam istirahat makan siang yang semakin panjang. Mulai istirahat paling awal dan menyudahi istirahat paling akhir. Kubu lainnya justru membawa atau memesan makan siang untuk makan di meja kerja guna memperpendek idle time.
Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda lebih sering ada di kubu A? Ataukah Anda sudah kontrak mati tinggal di kubu D? Apakah Anda justru pendiri dan sekaligus kepala suku kelompok D? Bagaimana supaya kita dapat menggunakan waktu dengan lebih produktif lagi?
Berikut beberapa renungan, tindakan, doa serta kebiasaan untuk dikembangkan:
"Jika Anda hanya memliki waktu 48 jam lagi untuk hidup, akankah Anda habiskan seperti Anda biasanya menghabiskan akhir pekan Anda?Jika tidak, mengapa selama ini menghamburkan 2 hari dari 7 hari setiap pekan dan membuang-buang waktu luang begitu saja? Ingat, waktu luang tidaklah gratis. Waktu luang adalah waktu paling mahal yang Anda miliki, karena tidak ada orang yang membayar untuk itu, tetapi anda sendirilah yang harus membayarnya. Jika Anda mampu memanfaatkan waktu luang dengan sangat baik, maka Anda sendirilah yang menuai keuntungan atas penggunaan waktu tersebut dengan bijak."
Sebelum Anda menghargai diri sendiri, maka Anda tidak akan menghargai waktu Anda. Sebelum Anda menghargai waktu Anda, maka Anda tidak akan melakuakn apa-apa dengan waktu, yakni aset Anda yang paling berharga."
You may delay, but time will not." ~Benjamin Franklin
Ya Tuhan, ajarilah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, sehingga kami memperoleh hati yang bijaksana. ~Kitab Mazmur.
"Time is what we want most, but what we use worst." ~ William Penn
Kebiasaan menyediakan waktu untuk mengasah gergaji adalah kebiasaan ke-7 dari buku 7 Habits of Highly Effective People yang sangat terkenal diseluruh dunia. Tindakan yang menyebabkan kita menjadi pribadi yang sangat efektif. Hal ini sejalan dengan kutipan sebuah ayat berikut, "Jika besi menjadi tumbul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat ".
Bagaimana dengan Anda? Ironi waktu tak dapat dihapus, yang paling penting adalah: "Tentukan kubu Anda sekarang!!!"