Masa-masa sulit tidak pernah pilih-pilih, dia akan hadir dalam periode waktu tertentu dalam kehidupan siapa saja di mana dia ingin tinggal bersama. Baik orang kaya, orang miskin; pekerja kantor, pekerja lapangan; pegawai swasta; pegawai negeri; bahkan para pengusaha dan investor pun mengalaminya tanpa terkecuali.

Demikian pula dalam tahapan-tahapan perjalanan karier kita. Ada banyak periode waktu dalam kehidupan di mana tampaknya karier kita terasa statis/status quo, karier berjalan di tempat, tidak nyaman, tidak enak, bahkan terasa membosankan.

Apa yang dapat kita lakukan dalam masa-masa sulit perjalanan karier tersebut? Mari kita belajar dari rekan kita, Iwan.

Masa sulit yang Iwan hadapi

Tiga bulan lalu, Iwan pindah pekerjaan dari sebuah perusahaan cat ke sebuah perusahaan pelumas otomotif dengan sebuah impian menggapai karier yang lebih gemilang melalui perusahaan yang bisnisnya berkaitan dengan dunia yang menjadi hobinya, yaitu otomotif. Keputusan Iwan pindah kerja saat itu:

  • Dia lakukan pada saat kariernya di perusahaan lama sedang baik.
  • Pekerjaan yang baru mendekatkan dirinya kepada dunia impian atau hobinya.
  • Pertumbuhan perusahaan baru tersebut dalam 3 tahun terakhir sangat baik.
  • Reputasi merek dan perusahaan baru tidak kalah dengan perusahaan sebelumnya.
  • Peluang Iwan mengembangkan diri dan karier ke depan sangat terbuka.

Jadi, boleh dikatakan ini adalah sebuah keputusan karier yang tepat, bahkan nyaris sempurna. Namun apa boleh dikata, "untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak". Satu bulan setelah Iwan pindah kerja, krisis moneter yang parah terjadi dan memengaruhi semua bisnis di Indonesia, termasuk perusahaan baru di mana Iwan baru saja bergabung. Masa depan yang awalnya cerah dan menggembirakan, tiba-tiba menjadi gelap tertutup awan kelabu yang tebal. Rasa sesal terhadap keputusan pindah kerja, berita-berita rencana PHK, rase sedih terhadap situasi krismon yang membingungkan membuat hati Iwan terasa gundah dari hari ke hari, minggu demi minggu, dan bulan demi bulan.

Perusahaan melakukan pengetatan budget promosi secara besar-besaran, dan semua pengeluaran perusahaan ditekan sehabis-habisnya, sampai-sampai perusahaan terasa dalam situasi, "mati tak hendak, hidup pun tak mau". Situasi ini menyebabkan nyaris seluruh karyawan demotivasi. Belum lagi ditambah situasi di mana sebagian karyawan telah di-PHK. Melalui sebuah perenungan yang mendalam selama tiga bulan, akhirnya Iwan mendapatkan ide cemerlang, mendapat pengertian baru serta membangun pemahaman baru. Hatinya meledak-ledak penuh semangat, dan inilah yang dia lakukan dalam kariernya.

Mindset Iwan dalam menghadapi masa sulit

Iwan menyadari benar bahwa dalam kehidupan yang dijalani, supaya dapat maju dan berhasil, justru membutuhkan situasi-situasi dan masa-masa yang sulit. Tanpa masa sulit, tidak ada kemajuan berarti.

Demikian pula dalam kehidupan manusia, semakin banyak masa-masa sulit yang kita hadapi dan berhasil kita lalui, maka semakin luar biasa hidup kita.

Tanpa melawan arah angin, layang-layang tidak bisa terbang. Tanpa perlawanan pergerakan arah angin, maka tidak ada daya angkat terhadap badan pesawat. Semakin besar perlawanan sayap dan badan pesawat berikan kepada arah angin, maka semakin kuat pesawat terangkat ke atas. Tanpa ada badai, burung rajawali tidak mampu terbang tinggi. Semakin besar badai yang dihadapi, maka semakin tinggi rajawali dapat terbang dan membentangkan sayapnya.

Demikian pula dalam kehidupan manusia, semakin banyak masa-masa sulit yang kita hadapi dan berhasil kita lalui, maka semakin luar biasa hidup kita. Semakin cepat kita mampu menghadapi dan menaklukkan masa-masa sulit, maka semakin cepat pula kita meraih sukses. Masa-masa sulit tidak membutuhkan kita; justru kitalah yang membutuhkan dia, karena tanpa dia kita akan menjalani hidup apa adanya. Tanpa masa-masa sulit, hidup kita tidak ada apa-apanya.

Sejak Iwan memperoleh pemahaman baru, Iwan merasa senang saat masa sulit datang, karena dia tahu persis bahwa setelah dia mau dan mampu melewatinya, kesuksesan baru telah menunggu untuk menyambutnya.

Rangkaian tindakan Iwan memperkuat otot karier di masa sulit

Hal ini bertolak belakang dengan sebagian besar sikap teman-temannya yang demotivasi:

  • Iwan justru semakin sungguh-sungguh dan antusias dalam mengerjakan tugas-tugas dari perusahaan. Segala kesulitan dia hadapi dengan pandangan bahwa di balik kesulitan tersebut telah tersedia keberhasilan yang besar.
  • Mengasah dan mempertajam keterampilan presentasi dengan mengikuti pelatihan public speaking 8 kali pertemuan dan menjadi pengajar sales & marketing di 2 buah lembaga pendidikan, minimal 2,5 jam/hari
  • Menulis artikel tentang pelumas, sales, dan marketing yang diterbitkan di koran dan majalah.
  • Memperluas network dengan orang-orang baru yang ditemui dan mempererat hubungan dengan network lama.

Dengan padatnya jadwal kerja, mengajar, menulis, dan membangun network, maka tidak ada kesempatan lagi bagi Iwan untuk menjadi demotivasi, apalagi berpikir yang negatif dan pesimis terhadap situasi kantor dan bisnis yang sedang krismon.

Hasil yang Iwan peroleh setelah berhasil menghadapi masa sulit:

  1. Mendapat penilaian yang sangat baik dari atasan, sehingga meski berstatus karyawan baru, Iwan tidak terkena PHK seperti karyawan lama lainnya.
  2. Iwan berturut-turut mendapatkan promosi jabatan di perusahaan tersebut, hingga level direktur.
Kesimpulan dan Tips:
  1. Kembangkan mindset juara dalam menghadapi masa sulit, hingga level di mana kita mampu menyambut masa sulit yang singgah dalam hidup kita, dengan hati yang bersyukur dan gembira.
  2. Kita benar-benar dan sangat membutuhkan masa sulit agar terdorong ke atas.
  3. Masa-masa sulit adalah waktu terbaik untuk mengembangkan otot-otot karier kita.
  4. Ketika menghadapi situasi status quo, gunakan waktu untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan baru.

Jadi, sudah siapkah Anda memperkuat otot karier?

Previous Post Next Post